Rapat Pengurus Putuskan Perbanyak Kamar Kecil dan Tempat Wudhu, Ruang Masjid Dipasang AC
BANYUASIN – Rapat perdana pengurus baru Masjid Jami’ Al-Mukhlisin Komplek Hamdayani Sukajadi Timur, menyepakati akan melakukan renovasi bangunan tempat wudhu dan kamar kecil jemaah. Bangunan yang berada persis di belakang gedung induk masjid, dinilai selayaknya diperluas agar mampu memberikan kenyamanan bagi para jemaah yang menggunakannya.

Rapat pengurus lengkap ini berlangsung Senin (2/2/2026) ba’da Isya’ dipimpin langsung oleh Ketua Takmir Mesjid Al-Mukhlisin, Dr Daryanto M.Pd, didampingi Wakil Ketua I, Dahri Maulana, Wakil Ketua II, Drs. Zaenal Abidin MHI, Sekretaris Okta Pratama Firdaus, S.Kom, Bendahara Hj. Rafika Am.Keb serta dihadiri pula sejumlah jemaah yang duduk di posisi anggota seksi, baik bidang Inara, Himara dan Ri’ayah. Rapat dipandu moderator, Irfan Yuhelmi.
”Sering sekali para jemaah, terutama jemaah laki-laki harus mengantri ketika ingin menggunakan kamar kecil yang cuma ada satu. Begitu juga tempat berwudhu yang sempit sehingga jemaah sering berdesakan,” ujar Wakil Ketua Dewan Penasehat, Djamil S. Sos, yang juga Ketua RW.13 Komplek Griya Handayani.
Usulan serupa juga diutarakan beberapa jemaah lainnya yang hadir dalam rapat. Setidaknya, kamar kecil ditambah minimal dua ruangan lagi. Begitu juga dengan tempat berwudhu, sudah saatnya diperluas dan kran air ditambah sehingga para jemaah tidak harus mengantri, karena jumah kran yang sedikit. Apalagi di bulan Ramadhan nanti, jemaah yang berwudhu untuk shalat tarawih sudah pasti banyak.
”Kas mesjid saat ini, disebutkan tersedia sekitar Rp 58 juta lebih. Saya kira kalau untuk memperbaiki atau menambah fasilitas kamar kecil dan tempat wudhu, sudah cukup dan memang sudah saatnya dana sumbangan masyarakat ini untuk kita gunakan, jangan terlalu berlama-lama kita simpan,” ujar Djamil menambahkan.
Mengenai teknis pelaksanaan pengerjaan direkomendasikan kepada Sunaryo selaku Koordinator Pembangunan Sarana dan Prasarana Masjid, untuk segera menyusun program tersebut bersama anggotanya, agar dapat terlaksana dengan baik. Forum rapat menginginkan pengerjaan ini dapat dirampungkan sebelum memasuki bulan Ramadhan 1447 Hijriyah.

Pemasangan Air Condition
Selain progam penambahan kamar kecil dan renovasi tempat wudhu, dalam forum rapat juga berkembang usulan agar ruangan masjid Al-Mukhlisin dipasang Air Condition (AC), untuk kenyaman para jemaah saat melaksanakan shalat lima waktu. Mengapa AC dipandang sangat penting, karena sampai saat ini semua jendela bangunan masjid tidak memiliki pintu penutup permanen, kecuali hanya terali besi.
Dampak yang sangat terasa, di saat musin kemarau lantai ruangan dan karpet masjid mudah sekali kotor berdebu, karena posisi masjid berada persis di sisi jalan utama komplek perumahan yang padat kendaraan roda dua dan empat.

Usalan pemasangan AC ini, kendati sudah beberapa kali berganti pengurus, sesungguhnya sudah lama diinginkan para jemaah, Namun belum terlaksana, karena dianggap belum terlalu penting. Nampaknya ada keraguan soal biaya listrik perbulan yang harus dikeluarkan kas masjid. Selain itu, penggunaan AC mengharuskan semua jendela masjid yang jumlahnya cukup banyak harus ditutup jedela kaca.
Karena pertimbangan keperluan biaya itulah, yang membuat pengurus – pengurus sebelumnya tidak berani mengambil resiko. Alhasil ruangan masjid sampai sekarang hanya menggunakan kipas angin yang jumlahnya lumayan banyak.
Menyikapi keraguan ini, forum rapat memutuskan pemasangan AC dan menutup semua jendela masjid dengan pintu kaca, tetap perlu dilakukan segera, sembari mengupayakan penggalangan dana. Soal keraguan akan adanya biaya tambahan rekening listrik, forum rapat memutuskan, khusus suntuk penggunaan AC, maka arus listriknya harus tersendiri atau pasang meteran baru, sehingga tidak membebani daya listrik yang ada sekarang.
”Dengan pemasangan meteran baru khusus AC, maka setiap bulan jumlah pemakaian dayanya bisa dikendalikan atau dikontrol. Termasuk biaya rekening yang harus dibayar setiap bulannya, bisa kita tekan jika terlalu boros,” ujar salah satu peserta rapat, yang juga diamini oleh peserta rapat lainnya.

Persiapan Hadapi Ramadhan
Forum rapat juga membahas ihkwal persiapan kegiatan di bulan Ramadhan 1447 H, yang menjadi tugas koordinator peribadatan. Seperti persiapan penyusunan jadwal petugas Ibadah Shalat Isya’ dan Tarawih, mulai dari Imam, Bilal dan Muazim.
Demikian pula penyusunan kembali jadwal warga Handayani yang akan menyumbangkan makanan berbuka puasa untuk jemaah Masjid. Sebagaimana dilakukan pada tahun tahun sebelumnya, sepanjang bulan Ramadhan warga Handayani secera bergantian menyumbang dan mengirim makanan ringan, tanjil serta berbagai minuman untuk jemaah yang berbuka puasa di Masjid.
Koordinator Peribadatan, Mahendrawata, mengatakan siap untuk menyusun jadwal tersebut sesegara mungkin, dan akan meminta masukan dari semua jemaah masjid, termasuk kepada pengurus sebelumnya mengenai cara menyusun jadwal petugas tersebut dan siapa-siapa saja orangnya.
”Saya sebenarnya punya kesibukan rutin sehari-hari yang tidak bisa saya tinggalkan. Tapi karena ini ibadah jariah, saya siap untuk melaksanakannya. Tapi mohon saya dibantu, agar semua persiapan yang diperlukan bisa terlaksana dengan lancar,” ujarnya.
Organisasi Sayap
Selain membicarakan soal pembangunan fasilitas ibadah, forum rapat ini juga mengagendakan pembahasan mengenai organisasi sayap yang bernaung dibawah kepengurusan Masjid Al-Mukhlisiin. Seperti Persatuan Amal Kematian (PAKAM), Ikatan Remaja Masjid dan Majelis Taklim dan Pengajian Ibu-ibu.

Kepengurusan organisasi sayap ini, juga sudah waktunya disusun kembali, karena periode masa bhaktinya sudah berakhir. Program penyusunan masing-masing pengurus organisasi sayap ini akan dibahas secara detail pada sesi rapat khusus berikutnya, karena keterbatasan waktu.
Di penghujung Rapat, Ketua PAKAM periode 2023-2025, Radinal Akhmadsyah, juga menyerahkan laporan keuangannya kepada Ketua Pengurus Masjid, Dr Daryanto, dan diterima langsung oleh Bendahara Hj Rafika.
Begitu juga mengenai dana sumbangan masyarakat untuk pembelian Mobil Ambulance, yang sampai sekarang mandeg diangka Rp 16 juta lebih. Forum rapat merekomendasikan agar,petugas yang menghimpun dana tersebut membiacarakan kembali dengan seluruh donatur yang telah menyumbang, apakah mau diteruskan atau dikembalikan saja. (*)
Editor : Dahri Maulana
Foto2 : Hendri Alamsyah






